Sabtu, 01 September 2012

 Cinta Yang Dikecewakan


Hati ini memang sakit saat kau kianati
Hati ini memang rapuh saat kau meninggalkanku
Namun hati ini berterima kasih kau telah mengenalkan arti dari patah hati

Aku bisa tetap tersenyum saat mendapatkan nilai buruk
Aku pun masih bisa tersenyum saat terjatuh
Namun aku tidak akan bisa tersenyum jika tidak bisa bertemu denganmu

Kau kenalkan aku dengan sebuah cinta
Namun kau pun juga kenalkan aku dengan putus cinta

Belum pernah aku mengenal wanita seperti kamu
Belum pernah juga aku mencintai wanita seperti kamu
Dan belum pernah aku rasakan sakit hati karenamu

Tidak ada pemandangan indah selain melihatmu
Tidak ada nyanyian indah selain mendengarmu
Dan tidak ada penyesalan telah mengenal dirimu

Kau lukai hatiku dengan berbagai kebohongan
Dan kau tusuk hatiku dengan berbagai penghianatan

Hati ini akan tersenyum saat berdua bersamamu
Dan hati ini akan termenung saat menanti kabar darimu

Tangan ini terasa ringan ketika memaafkan kesalahan yang kau perbuat
Namun tangan ini terasa berat ketika kau pergi meninggalkan kisah yang kau buat

Jumat, 18 Mei 2012

Pilihan yang Salah Hanya Akan Menyiksa Diri Sendiri

1333170159837981412

Ketika putus pacaran, hati seseorang terluka. Perasaan benci dan dendam pun tak terhindarkan. Pihak yang disakiti merasa sangat terluka, tersakiti oleh sang kekasih. Hidup terasa mati. Makan dan minum tidak teratur, malas mandi, bangun tidur terlambat, mata bengkak karena terus-terusan menangis, kesehatan terganggu, dan bahkan putus asa. Karena itu, tidak heran banyak pasangan remaja yang memilih jalan yang buntu, yaitu berusaha mengakhiri hidupnya dengan berbagai cara. Ada yang minum racun, menjatuhkan diri dari tempat tinggi, gantung diri dan sebagainya. Teragis sekali. Sekalipun, ada juga yang memilih jalan yang lain, yang lebih dewasa dan lebih bijaksana. Karena ia melihat, bahwa ada banyak jalan menuju kebahagiaan. Namun tidak semua orang dapat melihatnya, terutama mereka yang cepat putus asa (harapan).

Dalam kasus yang lain, yaitu kisah persahabatan tiga wanita cantik, anggun, baik, dan selalu tersenyum ramah ketika bertemu dengan orang lain. Bahkan tertawa terbahak-bahak saat bersenda gurau dengan para sahabatnya. Pertama kali saya mengenal mereka bertiga, saya pikir mereka orang yang dingin, tidak bisa diajak bercanda, dan bawaannya selalu serius. Tetapi anggapan saya itu ternyata keliru. Sangat menyenangkan sekali. Sungguh, keakraban yang mulia, tulus dan bersahaja. Seiring berjalannya waktu, saya semakin mengenal mereka sebagai pekerja tangguh, tanpa mengenal lelah demi sebuah kualitas terbaik, yang selalu mereka persembahkan sebagai persembahan mulia bagi anak-anak didik dan orang lain. Dalam hal itu saya mengajungkan dua jempol atas kualitas terbaik yang mereka persembahkan.

Jika saya bandingkan hasil kinerja mereka di kantor dengan hasil kinerja para politikus dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, maka jujur saya akui tidak ada bandingannya. Artinya, kualitas yang mereka berikan kepada anak-anak didiknya dan orang lain tak tertandingi oleh mereka yang duduk di kursi DPR. Semangat yang luar biasa, visi yang nyata dan terbukti. Itulah yang saya lihat dari persahabatan tiga wanita cantik, anggun, baik, dan bersahaja di meja kerja. Namun demikian, ada satu hal yang mereka abaikan, yaitu mereka tidak dapat mengontrol dan mengendalikan emosi dengan baik. Ketiganya sama-sama memiliki tempramen yang kerasnya. Ketiganya sangat mudah terpancing emosi.

Dalam kurun waktu singkat memang, mereka masih bisa saling bermemaaf-maafkankan, dan saling introspeksi diri satu sama lain. Tetapi sesabar-sabarnya manusia pasti ada limit atau batasannya. Itulah sebabnya kisah persahabatan tiga wanita cantik, anggun, baik dan bersahaja, yang selama ini saya kenal bisa hancur dan diakhiri dengan sakit hati, kebencian dan perasaan dendam. Saya sendiri masih samar-samar untuk memahami permasalahan yang membuat persahabatan itu hancur berantakan. Karena saya sangat dekat dengan mereka bertiga, maka saya disuruh untuk jadi penengah, untuk mengkalrifikasi dan mencari titik temu supaya terjalin hubungan yang harmonis kembali. Pada saat saya mencoba mendengarkan curahan hati mereka, ketiganya tetap tidak dapat mengontrol emosi. Bahkan, salah satu dari teman saya itu langsung menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dan mengatakan: saya berterima kasih karena kamu telah merubah saya, tetapi cukuplah sampai di sini. Saya sendiri jadi bingung dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena setelah itu ia langsung keluar dari ruangan. Yang seorang lagi juga terpancing emosi dan langsung pergi juga.

Dalam pertemuan itu, tidak ada benang merah dan titik temunya, yang ada hanya masalahnya semakin rumit seperti benang kusut. Dalam hati saya bertanya, sampai kapan mereka harus hidup dengan sakit hati, benci dan bahkan dendam yang mereka bawa? Apakah itu jalan terbaik ? Tetapi itulah jalan yang sering dipilih manusia saat mengalami masalah dengan sesamanya atau pada saat merasa sudah tidak ada jalan keluarnya. Saya sangat prihatin dengan kejadian itu. Mereka yang selama ini saya kenal sebagai manusia super power (kuat) dalam bekerja, tetapi tidak dalam hal emosi. Saya kira inilah yang sering dianggap remeh oleh banyak orang di dunia. Mereka sering mengabaikan kecerdasan emosional, yang sebenarnya dapat mengantarkan mereka pada kebahagiaan, keharmonisan dan kesuksesan hidup. Karena sebenarnya, pengendalian emosional yang baik adalah sangat menentukan kualitas, kesuksesan, keberhasilan dan kebahagiaan seseorang.

Aristoteles pernah mengatakan demikian: “Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, bukanlah hal mudah.” (lihat, Aristoteles, The Nicomachean Ethics). Artinya, betapa sulitnya kita duduk dan berdiri pada posisi yang tepat, dengan tujuan yang benar, baik dan mulia. Tetapi setidaknya, kita mau belajar setahap demi setahap dari setiap permasalahan yang kita hadapi untuk mencapai kualitas hidup yang teruji. Sakit hati, kebencian dan dendam adalah jalan terburuk yang sering dipilih oleh banyak orang saat mengalami masalah dalam kehidupannya. Padahal ia sendiri tahu, bahwa hidup bersama dengan rasa sakit hati, kebencian dan dendam hanya akan menyiksa diri sendiri. mengapa? Karena semakin kita membenci orang yang telah menyakiti dan melukai hati kita, maka semakin kita tidak dapat melupakannya. Kita akan terus mengingat dan membayangkannya. Itulah yang saya sebut dengan menyiksa diri sendiri. Tetapi mengapa banyak orang lebih suka memilih jalan itu, dibandingkan jalan damai.

Apakah Anda mampu dengan cinta yang tulus menerima keberadaan orang lain, yang telah membuat Anda kecewa, sakit hati, tersakiti karena ketidaksempurnaannya? Dapatkan Anda memaafkan dan mencintai orang-orang yang ada di sekeliling Anda, sekalipun mereka sudah menusukan duri di hati Anda karena mereka juga tidak sempurna? Tetapi setidaknya kita menyadari, bahwa memaafkan seseorang yang telah menyakiti kita adalah cara satu-satunya yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap orang.

Sakit hati, benci dan dendam adalah jalan yang tidak membawa kebaikan dalam hidup setiap orang. Bahkan satu detik pun kehidupan tidak diperpanjangnya. Tetapi justru, akan membuat hidup kita menderita, berpikir terus-menerus tentang tentang seseorang yang kita benci, tenaga terkuras, badan kurus dan terasa lemah, kepala pusing, muka cemberut sehingga cepat tua dan batinnya tersiksa. Sebaliknya, jalan damai, yaitu mengampuni dan menerima seseorang sebagai pribadi yang utuh akan membuat hati kita tenang, gembira atau ceria dan tetap memancarkan senyuman yang tulus, yaitu seperti kita tersenyum kepada Tuhan yang sangat mengasihi kita. Untuk dapat mengampuni orang yang telah menyakiti dan melukai kita dibutuhkan kecerdasan emosi (mengelola emosi secara bijaksana).

Orang yang memiliki kecerdasan emosi adalah orang dapat memahami orang lain dengan baik dan membuat keputusan dengan bijaksana. Lebih dari itu, kecerdasan ini erat hubungannya dengan bagaimana seseorang dapat mengaplikasikan apa yang telah ia pelajari tentang kebahagiaan, mencintai dan berinteraksi dengan sesamanya. Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan bertanggung jawab dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya sebagai bukti tingginya kecerdasan emosi yang dimilikinya. Dengan kata lain, itulah cinta yang tulus, ikhlas dan murni.

Jika kita mencintai atau mengasihi seseorang dengan hati yang tulus, sudah tentu (pastilah) kita tidak melihat kekurangan, ketidaksempurnaan, dan kelemahannya. Karena cinta yang tidak tulus itulah yang membawa kita kepada penghakiman dan menyudutkan keberadaan orang dari pandangan kita. Cinta yang tulus itu tidak menuntut kesempurnaan, melainkan menerima ketidaksempurnaan itu apa adanya. Dengan cara penerimaan mereka apa adanya itulah, seseorang akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan kuat dari pribadi yang lain. Karena itu, maafkanlah orang yang telah menyakiti dan melikai hati Anda, jika menurut Anda dia tidak sempurna dan tidak pantas.

Selasa, 01 Mei 2012

Cara Redakan Sakit Hati Setelah Putus Cinta




Buat Yang agi Galau Karena Putus Cinta, Nah ini ada Beberapa Cara Untuk Redakan Rasa Sakit Hati Setelah Putus Cinta Mudah mudahan aja bida lebih tenang dan gak Yerlalu Sakit Lagi,,#PADAHAL SAYA JUGA GA BISA, TETAP AJA SAKIT# hihihi,,tapi gak ada salahnya kan temen temen coba dulu Mudah- Mudahan Aja Bisa kan,
 ni ada beberapa Caranya :

Tak ada orang yang tidak merasakan sakit setelah putus cinta, terlebih lagi jika kita berada di pihak yang diputuskan kekasih. Untuk beberapa orang, putus cinta bahkan bisa meninggalkan luka mendalam yang sulit hilang dan berlangsung lama.

1. Jangan Bertemu dengan Mantan Kekasih Sementara Waktu

Setelah putus cinta, hindari bertemu atau berhubungan dengan mantan kekasih Anda. Perasaan sayang yang masih ada mungkin mendorong Anda untuk menelepon, mengirim pesan teks atau bertemu dengannya. Tapi tindakan ini justru akan mengingatkan sakitnya putus cinta. Anda harus benar-benar putus hubungan dengan sang mantan, setidaknya untuk beberapa bulan untuk menyembuhkan sakit hati.


2. 'Nikmati' Rasa Sakit Itu

Adalah hal yang sangat wajar ketika kita kehilangan seseorang yang dicintai. Saat merasakan sakit, itu berarti sebuah tanda bahwa Anda sedang dalam proses penyembuhan. Menangislah jika Anda ingin menangis, dan berteriaklah jika memang itu bisa membuat perasaan sedikit lega. Rasa sakit setelah putus cinta bisa menginspirasi Anda untuk mengerjakan sesuatu yang lebih baik, yang tidak pernah Anda lakukan sebelumnya.


3. Menyibukkan Diri

Cara terbaik menyembuhkan luka karena putus cinta dan melupakan mantan adalah dengan menyibukkan diri. Anda tidak akan memikirkan mantan kekasih jika tidak memberi kesempatan otak untuk mengingatnya. Cobalah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan. Pilih aktifitas yang Anda senangi. Tidak hanya menyegarkan pikiran, banyak beraktifitas juga mengalihkan pikiran Anda dari sang mantan.


4. Curahkan Kesedihan Anda Hanya Kepada Teman Dekat

Boleh saja menceritakan bagaimana sakit hatinya Anda setelah putus cinta. Tapi bukan berarti Anda bisa membicarakannya ke setiap orang yang Anda temui. Bukannya bersimpati, tindakan ini justru bisa membuat teman-teman menjauhi Anda. Bijaklah dalam menyikapi 'tragedi' putus cinta Anda. Bicaralah hanya pada teman atau orang yang dekat dengan Anda, cukup mengerti Anda dan mau mendengar setiap keluh kesah. Akan lebih baik lagi jika orang tersebut bisa menenangkan, mencarikan solusi dan mendorong Anda untuk melanjutkan hidup.


5. Tumpahkan Perasaan Anda dalam Tulisan

Menumpahkan semua kekesalan dalam tulisan bisa jadi alternatif lain untuk meredakan sakit hati akibat putus cinta. Keluarkan semua rasa sakit, frustasi dan kemarahan Anda dalam buku harian, secarik kertas atau komputer (tapi jangan menyebarkannya ke grup email atau jejaring sosial). Setelah sembuh dari masa
lalu menyakitkan, Anda bisa membacanya kembali sebagai alat introspeksi untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan pasangan berikutnya.


6. Meditasi

Meditasi adalah salah satu tehnik lama untuk relaksasi dan mengendurkan pikiran yang tegang. Duduklah dengan tenang di dalam kamar, tutup mata, ambil nafas dalam-dalam, dan keluarkan secara perlahan. Sambil relaksasi, Anda bisa menjauhkan hal-hal negatif dari pikiran Anda. Nyalakan lilin aromaterapi dan
musik instrumental untuk menambah perasaan tenang saat relaksasi.


7. Beri Perhatian Pada Keluarga

Orang tua, kakak maupun adik mungkin adalah orang-orang yang berpengaruh besar pada kehidupan Anda. Mereka akan selalu berada di sisi Anda saat senang maupun susah. Saat menjalin hubungan asmara dengan mantan kekasih, mungkin Anda tidak menyediakan banyak waktu untuk keluarga. Inilah saatnya Anda banyak mencurahkan waktu dan berkumpul bersama keluarga. Coba ajak mereka rekreasi, atau sekedar makan malam bersama. Kehangatan keluarga merupakan obat paling manjur untuk
menyembuhkan luka.


8. Fokus pada Karir

Jangan sampai kesedihan mengganggu performa kerja Anda. Mungkin akan sulit berkonsentrasi kerja saat kita didera masalah. Tapi cobalah untuk menjadikan karir sebagai prioritas dalam hidup Anda. Dengan fokus dalam bekerja, tak hanya membantu Anda melupakan sakit hati, tapi juga meningkatkan performa kerja Anda di kantor.


9. Nikmati Kesendirian

Sembuh dari sakit karena putus cinta memang bukan hal mudah. Karena itu, Anda butuh waktu menenangkan diri untuk beberapa lama. Jangan langsung mencoba jalin hubungan baru setelah putus cinta untuk pelarian.

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Perasaan ini Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting